Jumat, 09 Agustus 2013

uji homogenitas



Uji Homogenitas
postdateiconWednesday, 12 December 2012 07:30 | postdateiconLast Updated on Wednesday, 12 December 2012 08:11 | postauthoriconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis independent sample t test dan ANOVA atau bagi peneliti yang menggunakan lebih dari satu kelompok sampel yang pada umumnya dipakai untuk membuktikan hipotesis komparatif. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian (ANOVA) adalah bahwa varian dari populasi adalah sama. Sebagai kriteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama.
Contoh Kasus:
Seorang mahasiswa bernama Toha melakukan penelitian untuk mengetahui “apakah ada perbedaan antara model pembelajaran STAD dengan model pembelajaran kenvensional” jika data yang dipakai dari tingkat prestasi. Secara garis besar prosedur pengambilan data adalah dua kelompok sampel yang satu proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dan kelompok lainnya proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional, setelah masing-masing kelompok selesai pembelajaran kemudian diberikan test dan hasil test inilah yang nantinya akan diuji apakah perlakuan yang diberikan kepada kedua kelompok sampel terdapat perbedaan atau tidak, untuk menjawabnya yang kita lakukan adalah menggunakan uji t-independent atau ANAVA, tetapi sebagai prasyarat kita harus menguji data hasil test tersebut homogeny atau tidak. Jika homogen maka uji-t atau ANAVA dapat dilakukan jika tidak homogen maka pakai uji statistic non parametric contohnya uji Mann Whiteny.
Langkah uji homogenitas dengan menggunakan SPSS sebagai berikut:
http://www.cahangon.net/images/stories/homo%20tab.jpg
Langkah-langkah pada program SPSS
·         Masuk program SPSS.
·         Klik variable view pada SPSS data editor.
·         Pada kolom Name baris pertama ketik X dan baris kedua ketik k
·         Pada kolom Label baris pertama ketik Nilai dan baris kedua ketik kelompok
·         Untuk kolom Values, klik simbol kotak abu-abu kecil pada baris kedua, sampai keluar jendela “value label”
·         Pada isian value ketik 1 kemudian pada value label ketik STAD kemudian klik Add. Ulangi pada isian value ketik 2 kemudian pada value label ketik konvensional kemudian klik Add
·         Klik OK
·         Untuk kolom-kolom lainnya boleh diabaikan
·         http://www.cahangon.net/images/stories/homo%201.jpg
·         Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel X dan variable k
·         Pada kolom X ketikkan semua nilai baik nilai kelompok STAD maupun Konvensional, kemudian pada kolom k ketik angka 1 jika kolom X nilai kelompok STAD dan ketik angka 2 jika kolom X nilai kelompok konvensional
·         Klik Analyze – Deskriptive Statistics – Ekplore
http://www.cahangon.net/images/stories/homo%202.jpg
·         Pada jendela Ekplore, masukkan Nilai (X) pada Dependent List dan masukkan Kelompok (k) pada Factor List, kemudian klik Plots
·         Pada jendela Explore: Plots, klik Unstransformed lalu klik continus
·         Klik OK
http://www.cahangon.net/images/stories/homo%203.jpg
·         Lihat Output pada bagian table Test of Homogeneity of Variances
·         Pada baris Based on Mean, lihat kolom Sig
·         http://www.cahangon.net/images/stories/homo4.jpg
Dari hasil table output di atas dapat diketahui signifikansi sebesar 0,610. Karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok data mempunyai varian sama atau homogen. Angka Levene Statistic menunjukkan semakin kecil nilainya maka semakin besar homogenitasnya.
Copyright © 2012. All Rights Reserved.
Diproduksi Oleh: Aris Niti Winarno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar